Saturday, 28 November 2015

soal hati.

kau tanya diri kau, 'kenapa aku tak bahagia?'
sedang jawapannya lama kau ada.

bagaimana nak bahagia bila kau sentiasa terikat dek
masa lampau yang kau anggap lebih indah dari yang sebenarnya.

bagaimana nak bahagia jika kau sentiasa membayangkan
masa depan itu lebih ngeri dari yang sepatutnya.

bagaimana nak bahagia bila harini kau
masih termenung merenung nasib.

kau sering tanya kenapa kau diuji?
sedang ujian yang kau hadap cuma
satu cubitan kecil dari Pencipta

kau rasa diri itu teruk, mana taknya kalau tak
bersudah dibanding dengan orang.

kau tanya dimana cinta sejati,
sedang kau tewas dengan cinta Tuhanmu,
bagaimana tergamak kau ingin menang dengan cinta manusia?

kau kata 'senanglah untuk berkata, kau tak merasa'
percayalah, aku juga rasa, sbb itu aku boleh berkata

Girls

Saat pertama kali aku menuju ke satu dunia baru,
Sungguh aku takut dan sepi.

Saat itu, aku jadi pendiam, cuma aku yang jalan seorang, cuma aku.
Aku jadi tak reti nak sesuaikan diri tanpa teman-teman lama.

Mereka kata "untunglah dapat dekat serdang, study tempat sendiri"
Mereka taktahu yang lagi sakit bila duduk dekat
tempat yang penuh dengan kenangan dan memori.
Karna aku melihat semuanya semakin pudar,
saat semua pergi, dan tak ada apa yang sama lagi.

Tapi Allah itu takkan biar aku sunyi selamanya.
Tuhan temukan aku dengan mereka.
Mila dan Hanani.

Mereka, 
yang sentiasa mengajar aku hidup ini harus berdikari,
yang sentiasa membuka luas tangan mereka untuk menerima,
yang tak peduli akan segala kekuranganku,
yang sentiasa menegur silap dan salahku.

Tempat untuk aku berkongsi suka dan duka,
tempat untuk aku merasa kasih teman-teman,
untuk aku merasa dihargai dan disayangi.

Mila, Nani,
Terima kasih untuk semuanya.


Lots Of Love.


Qisthina . Fatin . Nurina . Maria . Haikal . Najmuddin . Shaffiq . Amjad

End of the day,
I'm really happy to see all of you again.
To stay in touch,
to keep the same way we laughed
about those stupid things that only we know about,
to know how to accept each other,
to complete one another,
and knowing that friendship was never about
the distance, the age, or about the gender.

You guys are among the best things ever happened in my life.
You guys always gave me the hope whenever I'm struggling in life
and for me to know that I was never alone.
You guys always there for me,
to support me,
to give me hope,
to cheer up my life,
to let me know you guys always ready to listen to my story,
to lend me your shoulder any time anywhere,
to open my eyes to this magical and wonderful life,
make me realize I'm such a lucky girl to have everything that I need.

May Allah always with you guys and guide us to the right path. InshaaAllah.
Hoping only the best for all of you, keep in touch always and never forget me dear.

When the world against me, all of you choose to stay with me. :)

Lots of Love, me.


Antara kau dan aku.

Aku diam sebab aku terlalu rindu,
takut nanti aku tak sanggup nak hentikan perbualan.

Aku tunduk bukan sebab tak mahu lihat wajah kau,
tapi aku tahu aku terlalu ingin menatap sampai takut aku tak mampu menahan tangis.

Aku acuh tak acuh bukan sebab aku dah tak peduli,
tapi sebab aku terlalu peduli akan ketiadaan kau.

Aku enggan melihat teman barumu,
sebab aku terlalu cemburu seakan kau sudah menjumpai penggantiku.

Minda terikat pada kenangan,
hati digari pada memori,
tapi sampai bila?


Rindu.

Bila engkau yang mula jauhkan diri dari aku,
jangan sesekali kau cakap aku sudah punya teman baru.

Bila engkau sudah mula hidup tanpa aku,
jangan kau tanya bagaimana pula dengan aku.

Bila kau yang minta aku pergi,
jangan tanya kenapa aku tak kembali.

Sebab semua itu sakit.

Bagaimana untuk aku terus hidup tika hati aku lagi mati?
Bagaimana untuk aku rasa senang saat aku tau kau mampu tersenyum tanpa aku?
Bagaimana untuk aku kembali sedangkan kau tak pernah inginkan aku?

Setiap saat itu, 
memori tentang kita itu masih terus membayangi aku.
Sedangkan setiap saat itu aku tau yang engkau tak sabar untuk lupakan aku.

Aku cuma rindu.
Rindu cara kita.
Tentang semuanya.
Tentang cara kau memanggil nama aku.
Tentang cara kau menatap aku.
Tentang cara kau sentiasa berkongsi segalanya dengan aku.
Tentang cara kita bergelak tawa tanpa gusar apa yang lain kata.

Tiada apa, aku cuma rindu.

-do you miss the way the world was spinning for us-

my definition of love.

Every single moment I feel like I'm giving up,
I thought of all of you.

How far have you all been through,
how strong have you been,

how all of you manage to keep smiling and make others wonder how,
how all of you so kind-hearted to forgive when there's so many reason for not to,

for not blaming the fate,
keep struggling for life,

never complained,
and stay fighting everything together and always feel blessed.

Thanks for everything.

You taught me that life will never be easy.

it's you who need to take the action,
either to fight or lose.

tentang esok.

Siapa yang dapat jamin esok?

Mungkin harini kata sayang,
tapi esok benci.

Harini kata cinta,
tapi esok nak tengok muka pun taknak.

Harini kata percaya,
esok senang-senang menuduh kata tipu.

Harini kita gelak sama-sama
janji akan sentiasa ada untuk saling melengkapi,
tapi esok semuanya hilang.

Harini kita suka sama-sama,
tangis ketawa kita kongsi,
kita rasa kita memang sehati sejiwa,
takdir itu milik kita,
tapi esok mungkin saja kau tolak tepi semua tu dengan mudah.

Janji kita harini untuk lawan dunia asalkan kita bersama,
mana tau esok kau bersama dunia itu menentang aku.

Mungkin banyak kenangan yang kita cipta bersama harini,
tapi tu belum cukup kuat untuk menentukan masa depan
yang kita akan tetap ada untuk satu sama lain. :)

-betapa waktu itu bisa merubah segala-



AKU

Aku ini cuma manusia biasa,
yang sama punya hati dan rasa.

Bukan aku tak pernah rasa berduka,
cuma bahagia aku lebih dari apa saja.

Aku juga pernah tiba di saat aku menangis tiap malam,
merintih dan mengeluh tiap satu kisah silam.

Pernah saja aku merasa sepi, sunyi dan sendiri,
rasa tak ada siapa yang sudi menemani.

Tapi untuk satu ketika,
aku tersentak dan terjaga.

Setiap duka itu ada maknanya,
untuk tunjukkan aku mana yang salah dan betulnya.

Karna itu aku pilih untuk bahgia,
meskipun hanya tersenyum dek indahnya dunia.