Saturday, 28 November 2015

Antara kau dan aku.

Aku diam sebab aku terlalu rindu,
takut nanti aku tak sanggup nak hentikan perbualan.

Aku tunduk bukan sebab tak mahu lihat wajah kau,
tapi aku tahu aku terlalu ingin menatap sampai takut aku tak mampu menahan tangis.

Aku acuh tak acuh bukan sebab aku dah tak peduli,
tapi sebab aku terlalu peduli akan ketiadaan kau.

Aku enggan melihat teman barumu,
sebab aku terlalu cemburu seakan kau sudah menjumpai penggantiku.

Minda terikat pada kenangan,
hati digari pada memori,
tapi sampai bila?


No comments :

Post a Comment