Friday, 18 December 2015

Diri aku.

Hati aku, rasa aku, biar saja pada aku.

Kalau aku cerita dan kongsi, apa kau mahu?
Kalau aku keluh dan tangis, apa kau mampu?
Kalau aku riang dan ketawa, apa kau mengerti?

Aku ini kan biasa biasa, mana mungkin kau dekat.
Aku ini kan sang aneh, mana mungkin kau hampir.
Aku ini kan gadis pelik itu, yang tak ada siapa yg faham bebelan dan jiwanya.

Jadi, biar aku terus jadi aku.
Biarpun tak ada satu yang tahu siapa itu aku.

Puisi Gus Mus

Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana?
Puisi KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus)


Wednesday, 9 December 2015

buntu

Tuhan,
temukan aku dengan jalan kebahagiaan dan ketenangan.

sepertinya aku selalu bergelak tawa,
tapi aku sepi.
sepertinya aku sering sekali bergurau dan bercanda,
hakikatnya aku makan hati.
sepertinya aku ini dikelilingi ramai,
tapi jujur aku sunyi.

Tuhan, aku ini jarang sekali bersyukur.
Aku serba punya segala, tapi rasa tiada.

aku punya suara untuk berkata,
tapi aku pilih untuk terus diam dan bisu.
aku punya mata untuk menyaksi,
tapi aku lantas memilih untuk buta, pejam lalu ketiduran.
aku punya telinga untuk mendengar,
tapi aku pilih untuk terus pekak dan tak acuh.

ya Tuhan, betapa aku ini hilang dalam mencari arah.

aku sesat dalam pikiran sendiri.
aku makin pudar dalam jiwa aku yang entah ke mana.
aku makin jauh dari diri aku yang sebenar.
aku cuma buntu dalam menjadi aku.

Diskriminasi

Bencinya aku akan diskriminasi itu

Kau kata kau lagi berlaku adil
Tapi yang aku lihat kau lagi memilih milih

Kau kata semuanya sama terbahagi
Tapi yang terzahir cumalah tunjuk tunjuk jemari

Kau kata kau sedang mengagih
Tapi yang terjelas cumalah serpih serpih

Kau kata sayang kau pada semua
Tapi kau buang yang lain sampai ke hujung benua

Itu yang kau panggil adil?